Tuesday, October 28, 2008

kenaikan sewa tempat tinggal

Meneruskan cerita tentang sewa rumah yang saya posting DISINI.

Sekedar ajah cerita lagi kali ini mengenai kenaikan sewa rumah.
Disini ada juga peraturan yang mencegah kenaikan sewa semena mena, kayak tahun lalu pemerintah menetapkan hanya boleh naik 7% tapi tahun ini boleh naik hanya 5%, lumayan banget kan ?
Hanyaaaa....
Pada prakteknya para landlord suka nakal, apalagi yang menyewakan villa,
apartemen biasanya lebih tertib.

Biasanya tenant lama ketika akan memperpanjang kontrak sewanya diberi tau oleh owner/landlord, kalau kenaikan sekian persen karena peraturan pemerintah, jadi kita bayar segitu.
Sulitnya buat tenant baru harga sewa tempat tinggal itu beda banget, mereka kena harga sewa baru yang gak kira2 mahalnya.

Kayak satu apartemen, dimana tenant lamanya tahun lalu hanya bayar 93 ribu dhs pertahun, tahun ini dia bayar sekitar 97.65 ribu dhs.
Sedangkan apartemen ini ditawarkan pada tenant baru dengan harga 120 ribu dhs...
Dan jangan kuatir, banyak yang minat...
Gak cepet, langsung ilang...

Gossip lain beredar sehubungan dengan banyak owner yang serakah, agar sewa rumah dapetnya gede, maka mereka bikin peraturan bahwa tenant lama hanya boleh 3 tahun ajah tinggal atau setelah 3 tahun mereka harus mengikuti harga sewa baru...
Kaco kan kalau gini...
Tapi ternyata hal ini masih bisa naik banding ke pengadilan karena emang itu trik busuk dari landlord saja, dan pemerintah disini juga gak menyetujuinya.

Jadi sementara ini kami masih bisa nafas lega karena pemerintah masih melindungi tenant lama dengan kenaikan apartemen hanya boleh 5 %...
Lain halnya dengan villa, katanya seh lebih ribet lagi karena di villa urusannya person to person, jadi lebih suka2 landlordnya ajah naikin sewanya, kalau apartemen landlordnya "lawan" sekian puluh penyewa, kayaknya gak bisa semena mena gitu ajah.

Kebetulan pula pemilik gedung ini adalah anaknya penguasa tertinggi dinegara ini, jadi besar harapan kami kalau sewa gedung kami gak bakal ada keribetan dikemudian hari.
Maklum biar berasa gak nyaman dengan tinggal dilantai 17 tapi lokasi apartemen kami tuh asyiknya, deket dengan mall, 3 supermarket dan terutama 7 menit jalan ke kekantor suami....

Tempat Tinggal di AD.

foto taken from : http://web.mac.com/KPaup/apartment_cartoon.jpg. Thank you.

Udah bukan rahasia lagi kalau yang namanya nyari tempat tinggal tuh bukan main susahnya di UAE, terutama Dubai dan Abu Dhabi.
Tapi mulai beberapa saat lalu imbasnya kena juga ke kota terdekat Dubai yakni Sharjah dan bahkan Al Ain yang letaknya berbatasan dengan Oman.
Selain mahalnya villa dan apartemen juga emang jarang yang kosong, rata2 semua berpenghuni. Yang ada ya yang sedang dibangun tentunya.
Kalau baca kata Villa itu bukan seperti di Indonesia, yang namanya villa diUAE adalah rumah yang terletak diatas tanah.
Jadi tipe hunian di UAE itu villa dan apartemen.

Kalau di Dubai masih banyak pembangunan baru jadi mungkin beberapa tahun lagi problem bisa solve, hanya saja harga sewa apartemen di Dubai juga lumayan mahal, maklum kota besar.

Kalau di Abu Dhabi, problem tempat tinggal ini rada sulit diatasi, karena kota AD kan terletak dipulau kecil, jadi ya gedungnya itu2 ajah, paling diruntuhkan yang lama dibangun gedung baru...
Pelebaran kota ya kudu ke mainland, juga ada pulau2 kecil yang sekarang dibangun apartemen, antara lain Rheem island.
Yang merambah ke area mainland di industrial area yakni area Musaffah.

Banyak mulai dibangun villa dan apartemen disana hanya ya lumayan jauh kalau masuk kota ADnya, kira2 30 menit lah kalau gak pake macet.
Rumah duta juga pindah ke Musaffah, yang mayan jauh, tapi ya enaknya bisa luas2 rumahnya maklum daerah baru.
Gak enaknya daerah baru ya masih gersang, kalau badai debu ampun deh, kan belum banyak pohon2nya soale, summer juga bakalan lebih panas pastinya disana.

Mudah2an seh kalau Rheem Island , Musaffah dan beberapa proyek lainnya sudah jadi dan bisa dihuni, minimal problem tempat tinggal agak berkurang, kasihan juga seh buat yang masih sulit menemukan tempat tinggal padahal dah berbulan2 dihotel tinggalnya.

Saking sulitnya mencari tempat tinggal, akhirnya banyak yang menyewa 1 villa atau apartemen dengan beberapa kamar tapi dihuni dengan 2 atau lebih keluarga, yang dinamakan sharing. Emang seh praktis tampaknya, jadi urusan cari tempat tinggal bisa diatasi dengan cara ini.

Hanya baru2 ajah ternyata keluar peraturan di Dubai bahwa sharing baik di villa dan apartemen dilarang, bahkan akan kena denda baik landlord maupun penyewanya.
Kebayang panik attack yang ada, karena selama ini biasa aman2 ajah bersharing ternyata sekarang dilarang, sedang buat menyewa rumah sendiri kadang juga agak kemahalan....
Berita ini saya baca beberapa hari lalu di koran 7 days, bisa dibaca :
DISINI.

Dan ternyata hari ini Khaleej Times juga memuat kemungkinan besar larangan ber sharing akan juga berlaku bagi Abu Dhabi.
Bisa dilihat : DISINI

Walah walah bang bang deh, padahal di AD neh problem tempat tinggal beneran udah parah banget. Selain kurangnya tempat hunian kendala lain juga harga sewa yang selangit.
Makanya yang pada udah punya tempat tinggal biasanya jarang ada yang mau ngelepas, bakalan sulit cari gantinya.

Jangan ajah mau pindah ke AD kalau gak diprovide kantor atau gak dicarikan kantor tempat tinggalnya.
Karena banyak contoh soal, ada beberapa keluarga bisa lebih dari 3 bulan masih tinggal dihotel karena belum dapet rumah/tempat tinggal.

Kami ajah sebetulnya pengen pindah dari gedung ini, ke gedung lain, pengen yang lantainya gak terlalu tinggi soale, tapi walah beneran deh kalaupun ada harganya ampun2an mahalnya, tapi kebanyakan seh emang hampir semua apartemen occupied.

Pake jasa broker juga kata temen2 seh kalau gak dapet broker yang baik dan benar juga bisa ketipu... entah bener atau engga saya kurang paham tapi jelas pake broker cukup mahal.

Entah bagaimana deh urusannya kalau emang beneran aturan dilarang sharing di AD...
Kasihan buat yang kudu segera cari tempat tinggal, yang emang gak mudah.......
Puyeng deh pokoknya...